banner


Showing posts with label Teriakan Pikiran. Show all posts
Showing posts with label Teriakan Pikiran. Show all posts

Wednesday, 13 November 2013

You are loved


Kejadian ini terjadi sekitar sebulan yang lalu ketika gue ditugaskan untuk menggelar stand pshysiognomy di acara Dies Natalis Universitas Diponegoro. Physiognomy merupakan suatu metode semi ilmiah untuk mengetahui personality seseorang melalui fitur-fitur wajah mereka. Gue tertarik untuk mempelajarinya ketika SMA dan memutuskan untuk mengangkat tema physiognomy untuk sebuah tugas pembuatan website ketika semester 2 kemarin. Ternyata website dengan tema physiognomy yang kelompok kami angkat terpilih menjadi juara di angkatan 2012. Dan suatu malam dosen gue tiba-tiba menghubungi gue apakah gue bisa menampilkan website tersebut di acara dies natalis sekaligus menggelar stand physiognomy keesokan harinya which means gue harus berhadapan sama para strangers untuk dibaca personality-nya. Funny how my lecturer really thought I mastered it! Kemudian, dari sedikit waktu yang tersisa, gue mempelajari lagi tentang physiognomy lebih jauh. 

Saturday, 29 June 2013

Night Playlist


Post ini dinamai sebagai night playlist bukanlah tanpa alasan, atau hanya sekedar playlist yang lebih pas didengarkan ketika malam.
Ada suatu kepercayaan yang mungkin tak orang lain miliki, dimana kepercayaan ini adalah adanya gerbang ke suatu tempat yang hanya dapat dibuka oleh imajinasi personal pada malam hari saja. Gerbang misterius ini terbiasa membawaku terbang di antara konstelasi-konstelasi bintang. Ketika aku sudah sangat tenggelam, sesosok makhluk kecil mencubit lenganku. Cubitannya meninggalkan bekas kerlipan keemasan. Bersamaan dengan usaha untuk melenyapkan kerlipan misterius tersebut dari lenganku, makhluk kecil itu menghilang pelan. Lalu aku tersadar dan pendengaranku menajam sesaat kemudian, irama musik masih berputar... Ah, ternyata aku sendirian.

Pada post kali ini, gue akan memberikan beberapa musik yang biasa gue dengarkan ketika gue sendiri dikala malam sambil menyalakan beberapa lilin aromatik. Gue suka menganalogikan musik-musik semacam ini seperti cahaya bintang, kau tak akan dapat mengetahui keindahannya tanpa kegelapan. Mungkin kau juga dapat tenggelam bersama beberapa musik dalam playlist yang kebanyakan bernuansa ambient ini. Yuk, explore my playlist


Saturday, 20 February 2010

Lebih Kotor Dari Sampah!



Lebih Kotor Dari Sampah
!
No offense buat postingan kali ini, Guys. Dan gue bakal ngomongin tentang sampah.
Gue harap lo udah baca postingan sebelumnya tentang keindahan alam Indonesia agar bisa membandingkan di situasi lain di Indonesia yang HARUS dibenahi (yang belum baca sisihkan waktu 5 menit untuk baca ini).
Guys, gue nggak habis pikir bannget ya sama orang-orang yang masih aja menyepelekan sampah. Gue sering banget ngeliat di jalan raya, orang dari angkot buang sampah, terus anak sekolah seolah tanpa dosa membuang makanan bekas jajanan di jalanan.
Ia melakukannya seperti sudah menjadi suatu kebiasaan yang selalu berfikir "udahlah, buang disini aja"

bahkan temen gue sendiri juga banyak banget yang kaya begini.
Lo ngerti Guys kenapa judulnya Lebih Kotor Dari Sampah?

Tuesday, 8 September 2009

Ubah cara pikir lo dari sekarang


Terkadang, kita terlalu terpaku pada suatu hal.
pikiran kita hanya berputar-putar pada sisi A,

Tanpa mencoba untuk memikirkan sisi lain dari hal tersebut.

Padahal, siapa tau kita bakal menemukan sesuatu yang beda dan lebih berguna meski dari hal terkecil sekalipun. Kita lebih sering 'memandang secara sekilas'.

Ibaratnya lo lagi ngeliat sebuah kotak. Kotak rusak dan berdebu.

Lo bakal pergi dan meninggalkan kotak tersebut tanpa tau apa isi dalam kotak tersebut yang ternyata adalah sebuah berlian.

Jadi sayang banget kalo lo sia-siakan hal tersebut.

Mulailah berfikir beda dan positif!
ini dia topik postingan gue kali ini..
Ubah cara pikir lo dari sekarang,man!


Thursday, 18 June 2009

Nasib Mereka...


Postingan gue kali ini,
ngebahas tentang para pengamen jalanan.
Pernah suatu siang, matahari lagi terik-teriknya,
pas gue pulang sekolah naek angkutan umum.
Ga berapa lama kemudian, 2 orang pengamen cewe seumuran gue naek
ke angkutan umum yang gue naikin.
Penampilannya dekil,wajahnya penuh peluh,rambutnya berwarna
pirang karena terlalu sering berada dibawah matahari.
salah
satu dari mereka yang membawa gitar dari senar karet memakai
gelang hitam berentet di pergelangan tangannya dan rambutnya lebih
pirang didandingkan yang satunya(ehmm mungkin dicat) dengan
gaya rambut berponi menutupi sebagian wajahnya(mengingatkan gue
sama vokalis kangen band),
sedangkan yang satunya keliatan banget wajahnya sangat berkeringat
dan letih dan berambut pendek,ia membawa semacam gendang kecil
yang terbuat dari lapisan tipis karet ban(mungkin).

Mereka berdua memainkan lagu yang cukup dikenal sekarang ini,
jujur..ehm, gue ga suka lagunya. Tapi, mungkin lagu itu
yang paling akrab di telinga mereka.
kalo ga salah, lagunya ST12 yang judulnya Saat Terakhir
(bener ga judulnya?).
Kemudian, mereka terus bernyanyi dengan lancarnya.
Gue hanya terdiam melihat mereka,iba...

Dan bagian yang paling bikin gue iba sama mereka, pas
angkutan umum yang gue tumpangi melewati sebuah tongkrongan anak
sekolah. Rata-rata para anak sekolah yang berseragam putih biru itu
melihat ke arah pengamen itu,ada yang ngeliatinnya sampe mengap-mangap,
ada yang ngeliatinnya kaya ngeliatin alien dari Mars ,dsb.
Dan pengamen itu ngga malu sama sekali! Mereka tetap bernyanyi
dengan cerianya... gue salut disini.

Mereka mencari uang sendiri dengan mandiri,kemana orangtua mereka?
Sedangkan gue? hidup udah cukup,
bahkan selalu menghambur-hamburkan uang,dikit-dikit minta uang
buat beli unnecessary stuff,mungkin udah sampe jutaan gue
ngabisin itu semua. Gue terharu sama mereka...
Gue jadi bisa belajar sama para pengamen jalanan ini untuk
selalu mensyukuri nasib yang lebih baik dari mereka.
Kemudian,setelah lagunya habis, gue ngasi uang secukupnya untuk mereka.
Memang nominalnya ga terlalu besar dan pas gue ngasih uangnya ke pemain
gendang itu dan ia menerimanya,gue ngeliat...
oh,sangat memilukan.. Jarinya cacat. Hanya ada empat jari.
Gue makin iba sama mereka...


2 hari kemudian, ada kejadian unik yang gue lihat.
Ketika gue naik angkutan umum lagi, seorang remaja cowo naik.
penampilannya rapi,gue ga nyangka kalo ternyata dia pengamen.
Tapi, ko dia ga bawa apa-apa? Ga bawa gitar atau alat musik pada umumnya.
Ga berapa lama, dia mengeluarkan secarik kertas dari kantong celananya ,
dia mulai berbicara...
oh! dia membacakan sebuah puisi karyanya sendiri ke semua penumpang.
Puisi tentang nasib dan kehidupan.
Waw,gue baru kali ini ngeliat pengamen mengamen dengan cara seperti ini.

Yup,kita bisa ngambil kesimpulan, kalo kehidupan di kota metropolitan
yang tak pernah tidur dan gemerlapan ini masih ada banyak orang yang
kekurangan, bahkan remaja seumuran kita lebih memilih mengamen
daripada sekolah.
Ironis...
Kapan Indonesia dapat merubah semua ini?
so,all my fellas...
this experiences for us .
banner


}