Blogger news

►ARTIKEL PILIHAN LAINNYA◄


Thursday, 13 February 2014

Moss Graffiti (Grafiti Lumut)




Grafiti lumut? Apaan tuh?
Grafiti lumut atau moss graffiti juga dikenal sebagai eco-graffiti atau green graffiti dimana bahan yang digunakan dalam membuat graffiti bukanlah spray paint, melainkan lumut! Mmhmm.. sounds awesome already. Yuk cari tahu gimana cara membuat grafiti yang ramah lingkungan ini!



Bahan yang dibutuhkan:

● Lumut, of course!
● 2 cup buttermilk, apa itu buttermilk? find out " target="blank">here, kalau buttermilk susah didapat bisa diganti dengan yoghurt murni tanpa rasa.
● 2 cup air atau beer
● 1/2 sdt gula
● Sirup jagung (opsional)
● Blender
● Kuas
● Wadah (ember)

Steps:


1. Kumpulkan lumut sebanyak mungkin, sebaiknya gunakan lumut yang tumbuh selain di pohon. Karena menurut om WikiHow, lumut yang tumbuh di pepohonan kurang efektif untuk digunakan di tembok.





2. Cuci lumutnya dan pastikan tidak ada tanah yang menempel pada akarnya.




3. Buat lumut yang sudah kamu kumpulkan tersebut ke ukuran yang lebih kecil dengan menyobeknya dan masukkan ke dalam blender. 





4. Tambahkan buttermilk/yoghurt, air/beer dan gula. Blender campuran tersebut hingga halus. 

 
*Kalau kamu rasa campuran tersebut terlalu encer bisa ditambahkan sirup jagung or corn syrup hingga mendapatkan tekstur yang kamu inginkan. 



5. Tuangkan campuran tersebut ke dalam ember.




6. Gunakan kuas untuk mengoleskan campuran lumut tersebut ke tembok atau bagian yang kalian inginkan untuk diolesi. Yang harus diingat adalah memilih area yang terlalu panas karena lumut tidak bisa tumbuh di area yang terpapar sinar matahari terlalu banyak, namun lumut juga butuh matahari karena pada dasarnya lumut adalah tumbuhan. Pastikan tempat yang dipilih juga cukup lembab karena lumut tumbuh baik di tempat yang memiliki kelembaban yang cukup. Area yang dipilih juga sebaiknya memiki pori atau poros yang cukup agar lumut dapat berakar dan tumbuh.




7. Ini juga penting, agar grafiti kalian terlihat lebih bagus dan nggak asal; lebih baik rencanakan dulu desainnya sebelum mengoleskan campuran tersebut sehingga hasilnya pun akan terlihat lebih artistik.




8. Setelah itu oleskan campuran tersebut ke area yang diinginkan.




9. Minggu pertama sangat penting bagi pertumbuhan lumut, apabila kamu tinggal di area yang kering, semprot-semprot area yang kalian olesi menggunakan air setiap hari untuk memancing pertumbuhan lumut atau olesi lagi area tersebut dengan campuran lumut yang tersisa.



10. Sering-seringlah memeriksa pertumbuhan eco-graffiti-mu. Cepat atau tidaknya pertumbuhan lumut tergantung pada iklim yang berada di daerahmu. 


















4 comments:

  1. kok keren.. bikin lah dikampus

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha bisa gak ya di semarang...panas banget, emang lo pernah liat lumut di tembalang? hahaha

      Delete

drop it comments,fellas!

:)

Related Posts with Thumbnails
}