Blogger news

►ARTIKEL PILIHAN LAINNYA◄


Wednesday, 7 October 2009

Anti Pop


Rasanya ga asik kalo gue ga ngasih something about music buat di share.
Ini dia.. ANTI POP! band beraliran grindcore yang lagu-lagunya diproduksi di Bali.
Inilah tentang Anti Pop yang gue copy dari website mereka..
Gue suka dengan kata-kata mereka.
Jadi jangan hanya menggerakkan/hanya men-scroll mouse kalian.. Itu sangatlah disayangkan.


PROFILE:

ANTIPOP pertama kali di bentuk pada pertengahan tahun 2001. Nama ini kami ambil dari sebuah buku setebal 500 halaman dengan hard cover berwarna hitam dan di tulis oleh seorang pengarang tendesius dengan buku karangannya yang berjudul “LIFE STYLE EXCTACY” . diantara beribu kalimat yan terdapat didalam ratusan paragrap yang tersusun rapi di antara alenia-alania tersebut terdapat satu suku kata “ANTIPOP” yang sangat banyak mempunyai arti dalam pergerakan kami.

Sebuah alasan mengapa kami mengunakan nama tersebut dikarenakan, Budaya pop merupakan budaya vernakular yang diamalkan oleh masyarakat modern.
Kebanyakannya isi budaya pop ditentukan oleh industri-industri yang menyebarkan bahan-bahan kebudayaan, umpamanya film, televisi dan industri-industri penerbitan, termasuk media berita.
Walau bagaimanapun, budaya pop tidak boleh hanya dianggap sebagai produk aggregat industri-industri saja;
sebaliknya, ia merupakan hasil daripada interaksi yang berlangsung antara industri-industri tersebut dan orang-orang di dalam masyarakat yang menggunakan produk-produk itu.
Inilah yang agaknya telah menjadi semacam filsafat di balik perangai praktik-praktik gaya hidup di tengah arus budaya pop hari ini.

Gaya hidup dan budaya pop adalah sebuah korelasi yang kian menjadi suatu keniscayaan ketika di dalamnya juga media massa, terutama televisi, turut berperan dan menjadi penanda penting dalam membentuk histeria budaya konsumerisme.
Meski pada batas-batas tertentu gaya hidup tidaklah bisa disebut bahwa ia mencakup seluruh pengalaman sosial,
namun dengan seluruh kecenderungannya di tengah arus budaya pop dan budaya konsumerisme yang dihembuskan oleh media, gaya hidup merupakan bagian dari kehidupan sosial sehari-hari dunia modern.

Sebagai bagian dari pembentuk gaya hidup,
budaya pop memaktubkan kekuatan provokasi dan seduksi-nya pada media massa, terutama iklan sebagai representasi citraan, karena itulah banyak disebut bahwa iklan adalah karya seni di abad 20.

Tapi bagaimana pun budaya pop memang tak bisa kita negasikan, katakanlah atas nama demokrasi kebudayaan.
Dalam kebudayaan poplah semua lapisan sosial hadir dan melebur tanpa kerumitan mengapresiasinya,
ketimbang apa yang disebut orang dengan high-culture.
Semuanya sudah mencair, demikian pula dalam persoalan global-lokal.

Dalam konteks budaya pop dan korelasinya dengan fenomena gaya hidup, serta bagaimana seluruhnya itu dibangun oleh industrialisasi dan kapitalisme mutakhir yang menjadikan media sebagai agen ”propaganda”-nya inilah, budaya pop seringkali dicurigai sebagai sebuah kekuatan hegemonik yang fasis, ketika identitas dan imajinasi seseorang ditentukan dari atas.


Jelas semua ini ada pengaruhnya pada cara pandang kita terhadap realitas. Budaya pop membawa kita pada realitas yang serba permukaan. Realitas yang hanya sekadar kulit luarnya, realitas palsu, sebuah simulacra



Di pertengahan tahun 2005 yang lalu kami sempat mengemas lagu - lagu andalan kami ke dalam demo tape yang direkam di salah satu rumah produksi di Bali (DJ BALI PRODUCTION). Demo tape pertama berisi 5 buah lagu antaranya AROGANSI, PAPUA, AGAMAISME MATI, COLI SAMPAI MATI dan NO FUTURE. Kelima buah lagu tersebut kami kemas dalam konsep demo tape dan kami sebut sebagai GRINDDEMOS pertama kami.

Dua tahun setelah GRINDDEMOS pertama di tahun 2005, maka kami putuskan untuk membuat demo ke dua di tahun 2007. Suguhan musik di demo kedua ini tidak jauh beda dengan musik yang ada di demo pertama kami, hanya saja sound yang kami demokan di album ini jauh lebih rapi dr sebelumnya dan kami habiskan banyak waktu di DQ STUDIO untuk merekam 3 buah lagu tersebut antaranya PAPUA, DISTROSI DEMILITERISASI dan TRAGEDI 65.

Merasa respon yang diberikan oleh komunitas underground dibali sangat positif maka kami coba untuk lanjutkan dari GRINDDEMOS 1 hingga GRINDDEMOS 2 menjadi FULL ALBUM pertama kami. Album pertama ini kami dedikasikan untuk saudara – saudara kita yang ada di ujung paling timur kepulauan Indonesia untuk suku – suku papua yang sangat di di parasitkan oleh kaum – kaum kapitalis barat yang bermukim di sana. Album tersebut kami beri nama FREEDOOMS IN PAPUA berisi 10 lagu, diantaranya : EXPLICITS DEMOCRAZY, PAPUA, AGAINST, FREEDOM, HIJAU, NO FUTURE, IDIOLOGI KONTOLISME, ABORTUS SYNDROMES, DISTORSI DEMILITERISASI dan TRAGEDI 65. kesepuluh lagu tersebut kami serahkan pada UNDERDOG STATE BALI di bawah tangan moel eternal madnees untuk memproses record, mixing hingga mastering.



Formasi awal generasi pertama yang terbentuk di pertengahan tahun 2001-2002 :
• Bebek (ex. Bentrok) - Vokal
• Dodik (ex. No Run To Fly) - Bass
• Derik (ex. No Run To Fly) - Drum
• Odon (Free Will) - Vokal
• Tu Kamrat (Free Will) - Gitar
• Kecek (The Morse) - Vokal
Namun karena kesibukan beberapa personil yang kembali berkonsentrasi penuh di band mereka masing-masing, alhasil pertengahan tahun 2002 posisi mereka di gantikan oleh Agus masuk sebagai penggebuk Drum menggantikan Derik dan Kuzkuz masuk menggantiklan Tukamrat di posisi pemain Gitar.
Generasi kedua di pertengahan tahun 2002 :
• Bebek – Vokal
• Kuzkuz – Gitar
• Dodik – Bass
• Agus – Drum
Merasa kurang cukup kuat di formasi ke dua, terakhir masuk Sorrow (ex. Lotus Inside) utk memperkuat posisi pemain gitar di ANTIPOP.
Generasi ketiga era 2003 – sampai saat ini :
• Bebek – Vokal
• Sorrow – Gitar
• Kuzkuz – Gitar
• Dodik – Bass
• Agus – Drum
ANTIPOP sangat di pengaruhi oleh gaya musik seperti : GRIND CORE, DEATH METAL, BRUTAL DEATH, DEATH GRIND, GORE GRIND, PORNO GRIND, CYBER GRIND sampai CRUSTY PUNK.



gue mau share mp3nya dari album FREEDOOMS IN PAPUA.

Di track ketiga dijelaskan:
Distrorsi Demiliterisasi : Ingatkah kalian dengan tragedi yang terjadi di Myanmar akhir-akhir ini, atau tragedi semangi november' 98 lalu dimana militer memegang alih kekuasaan negara ini. Rejim Myanmar ini sedang berusaha menekan massa dengan kekerasan yang brutal. Dulu pada tahun 1988, berdasarkan semua reportase yang ada, sekitar 3000 orang dibantai saat demonstrasi massa. Maka dari itu, tidak seorangpun dapat meragukan kebrutalan rejim ini dan apa yang rejim ini mampu lakukan di dalam usahanya untuk menekan gelombang protes.
Akankah kebrutalan seperti di mayanmar ini terjadi juga di Indonesia lagi saat para mahasiswa menduduki gedung MPR untuk yang kesekian kalianya.

:eheh:



http://www.myspace.com/antipopbali


Tracklist:
1. Papua
2. Tragedi 65
3. Distorsi Demiliterisasi
4. Freedom
5. Hijau
6. No Future (featuring : Badax from Noise Inside)
7. Idiologi Kontolisme
8. Explicits Democrazy
9. Againts
10. Abortus Syndromes
11. Suffer
12. Outrogrind

DOWNLOAD!

7 comments:

  1. boLeh sih isi nya,.tapi pusing mbaca nya dot, di kasi enter donk,.. supaya ada apragraf nya,.. yang bagian atas tuh agak bingung gw,.hehehe.. but nice posting,.. keep posting dot,...

    ReplyDelete
  2. saya segera mengeditnya ya juragaaaan..

    ReplyDelete
  3. nice anti pop salah satu band metal terbaik di bali,

    ReplyDelete
  4. thanks for support antipop...

    ReplyDelete
  5. SAYA SUKA POP,..THE BEATLES itu pop,..Beach Boys itu Power pop,..The Who itu power pop,..Toto itu pop,..Chicago itu pop,..

    oh my God,..apa sih definisi musik pop bagi anak muda jaman skarang?? mereka gak pernah look back and learning yah???

    ReplyDelete

drop it comments,fellas!

:)

Related Posts with Thumbnails
}