Blogger news

►ARTIKEL PILIHAN LAINNYA◄


Tuesday, 8 September 2009

Memori Mati


Tinta-tinta bernada perih tergores di atas memori

diawali dengan kisah sepasang anak adam yang teracuni sebuah rasa.
rasa yang biasa orang sebut 'cinta'



kisah terakhiri dengan kesedihan yang terbalut manis oleh penyesalan
yang menciptakan elegi bermelodi kesakitan


persetan dengan ingatan klise yang kini membiusku!
ini menyiksa dan sangat terasa hingga lubuk jiwa!

hentikan dan bunuh ingatan itu!
bunuh dan binasakan...
agar dapat ku kubur yang kemudian membusuk tanpa ku pedulikan
dan jadikan ingatan itu sebagai..
memori yang benar-benar mati hingga akhir jiwa
tanpa air mata!






mungkin ada yang pernah baca puisi yang satu ini?
yap. ini yang pernah gue tulis di notes facebook gue
udah cukup lama sih. tapi karena gue suka, gue posting disini aja deh kenyit

gue bikin yang satu ini. karena perasaan gue saat itu
hancur
dan ga akan pernah gue jelasin kenapa gue bisa se-hancur itu, cukup dari yang gue bikin itu kayanya udah pada bisa nangkep seberapa keselnya gue. hehe

2 comments:

  1. mantep nih kalo di translate jadi bhs.inggris trus di jadiin lagu.

    ReplyDelete
  2. "malai padi merunduk
    ia ingat lumpur tempat asal usul
    ketika muda ia mendongak
    daun pedangnya menuding langit,
    mengincar bintang-bintang
    namun kilau matahari membuatnya tersipu
    lalu merunduk"
    Malai Padi
    F. Rahardi

    iyushak@gmail.com

    ReplyDelete

drop it comments,fellas!

:)

Related Posts with Thumbnails
}